16 Februari 2011

hari kasih sayang, katanya...

Berhubung saya bukanlah perempuan yang suka akan sentimentil thing berbau romantis, hari kasih sayang a.k.a valentine day bukanlah hari yang istimewa buat saya hehe. Dari dulu nggak pernah ngerayain, never.
14 Februari 2011-pacar saya--si tuan itu bekerja, sedangkan saya libur (senangnya) ada Keith Martin mampir ke kantor, pengen "ngerumpi" eeh..hujan sesorean membuat saya malah betah berdiam diri di warung makan Mas Joy seberang Mirota Kampus-Jogja. Ngobrol ngalor ngidul sama camer dan calon kakak ipar hehe..sampai hampir tengah malam. Tidak diijinkan pulang, dan saya pun belum ingin pulang..ingin melihatnya sebentar saja. 10.11pm sebuah pesan singkat masuk ke telepon seluler saya- "mau pulang hujan angin :(" begitu isinya, dari dia. Saya bilang tunggu hujannya reda, dia terlalu sering kehujanan-saya kuatir.
Ketika perjalanan mengantar saya pulang ke rumah, dia bercerita :
Saya : "lama banget sampe rumahnya"
Dia : "kamu tau nggak ? saya tadi cari-cari bunga buat kamu"
saya-bengong, kemudian tertawa terbahak-bahak (bukan dia banget sih soalnya hehe..)
Dia: "Ini serius loh..saya tadi sudah sampai toko bunga yg ada di kotabaru, dekat kantor kamu, tapi bunganya habis...saya mau kasih kamu mawar, tapi mawar di semua toko udah habis, saya nggak kebagian"
Saya-masih terbengong-bengong nggak percaya sama apa yang saya dengar, tapi saya tersanjung hehe.
Saya : "Nggak apa-apa, saya nggak biasa ngerayain valentine kok"
Dia : "Makanya saya pengen kamu ngerasain atmosfernya, dari saya"
Saya: "Makasih ya, mong. Udah bersedia repot-repot buat saya"
Dia: "Nggak repot kok"
^_^

Begitu tiba di depan rumah saya, dia mengeluarkan bungkusan plastik dari dalam tas ranselnya..
Dia : "Akhirnya saya beli ini aja buat kamu, mudah-mudahan kamu suka"
Sekotak es krim mini cornetto pun pindah ke tangan saya. Saya senang, senaaaang sekali...setidaknya dia sudah berusaha hehe.

Beberapa menit setelah itu, kami berdua duduk di sebuah cafe-Lecker di Jl. HOS.Cokroaminoto Jogja, menghabiskan sisa waktu valentine sebelum tanggal berubah menjadi 16.

Terimakasih banyak Kimong.
You're absolutely extraordinary for me.


13 Februari 2011

dia tidak pernah semanis itu sebelumnya...

Siaran sudah selesai dari tepat dua jam lalu, pukul tiga sore yang saya nantikan penuh harap itu sudah bergeser menuju angka lima, tadi saya demikian bosannya disini, lelah, ngantuk. Ketika penantian berbuah hasil, malah enggan beranjak. saya sering sekali begitu--mimpi kemudian berharap, saat sedikit lagi mendekati kenyataan saya malah enggan bergerak. sudah keburu nyaman, katanya.

Sore ini atmosfernya menyenangkan, matahari masih eksis tapi tidak gahar, hangat...dunia jadi tampak begitu cantik. Nggak ngerti apa saya berkhayal atau kelewat ngantuk, seperti mencium aroma ekstrak lemon disini, di sekitar-sekitar sini, serius! harumnya menenangkan hehe..
Saya nyaman dengan sore ini, ingin menyimpannya untuk membuat hari ini menjadi sempurna, cantik seperti yg saya tadi bilang. aih...saya menyukai sore di kota ini (akhirnya...).

Ketika termangu menatap semburat oranye dari luar jendela tempat saya duduk sekarang, saya ingat dia. mengingat soal semalam, ada saya dan dia, cuma kami (jd senyum sendiri :p). Seperti biasa, selepas pulang kerja, dia selalu menyempatkan diri mampir ke rumah saya, betapapun lelahnya, dengan bau asem keringat bercampur sisa-sisa aroma parfum yg dia pakai, wajah kuyu, tubuh lengket, dia tetap menyempatkan menengok saya, is he quite nice don't you think ?
Begitu jg dengan semalam, dia datang seperti biasanya, saya sudah sangat mengantuk, lelah kebosanan bermain-main dengan waktu seharian yg tak kunjung pulang, kemarin waktu bergerak lambat sekali, sangat lambat, saya bosan menghadapinya sendirian, itu pun saya keluhkan kepadanya melalui pesan singkat hehe..dasar manja! merajuk ingin ditemani, padahal dia pergi bukan sedang main-main.

Ajakan makan malam di pukul 11.32 pm, saya nggak bisa protes lantaran takut berat badan naik semena-mena, faktanya perut saya belum diisi apa-apa lagi sejak siang tadi. saya lapar. Dia memburu-buru saya untuk bersiap-siap, sedangkan saya takut beranjak dari posisi tiduran di kasur. Dua jam sebelumnya saya sudah merelakan nasib rambut ikal saya untuk dipotong agak pendek di sebuah salon ecek-ecek *maaf (harga murah, hasil naudzubillah...jelek!). Dia terus mengomel panjang-pendek (khas dia sekali) yg membuat saya risih dan akhirnya dengan terpaksa menghadap dia dgn rambut baru yg aneh.

Aaaargh...saya sebal setengah mati, tau begini saya pangkas amat pendek sekalian, drpd nggak jelas bentuknya. Tapi dia, dengan tersenyum-saya jaraaang sekali melihat dia tersenyum tulus seperti itu ke saya, ini langka hehe- bilang, "it doesn't matter, bagus kok rambutnya. saya juga nggak pernah protes soal penampilan kamu kan? mau apa aja bagus, mau gimana jg bagus" ujarnya-entah, mungkin dia nggak mau saya lama-lama merajuk karena dia sudah keburu ingin makan hehe.

Tapi saya senang, senaaang sekali! Dia tidak pernah semanis itu sebelumnya :)


writing....

Entah kenapa ada rasa nggak nyaman ketika mereka mempertanyakan mengapa saya menulis ? untuk apa saya menulis, yg lebih parahnya lagi... "apa kamu baik-baik saja cha?". Hey! ada apa dengan menulis? apa salahnya kalo saya bercerita lewat rangkaian kata yang bagi sebagian dari mereka dianggap absurd, geje-gajelas, sok puitis, sok kritis, sok galau, dan komentar-komentar lain yang malas sekali saya bahas.

Saya cuma lagi produktif, itu saja. Saya ingin mulai jatuh cinta lagi pada dunia yang sebelumnya telah berhasil membuat saya jatuh cinta namun beberapa tahun terakhir saya tinggalkan--tidak benar-benar saya tinggalkan sebenarnya, tapi saya memang menulis, hanya saja bukan untuk kepuasan diri pribadi, tapi karena tuntutan, karena tanggung jawab, tugas kuliah dan artikel untuk majalah, tulisan-tulisan tematik, deadline! saya mulai lupa nikmatnya menulis. Ah..saya ingat! saya pun dibuat malas olehnya, dia tidak melarang, sayanya aja yg malas hehe. laki-laki itu, teman saya dimasa kuliah yg kemudian bermertamorfosa jadi teman istimewa saya selama beberapa tahun...pesona apa yg dia punya ya sampai-sampai tidak ada satu paragraf pun yg bisa aku pamerkan kepada sekedar seorang teman, seorang sahabat. Dan saya mulai menulis lagi ketika kami mengakhiri pertemanan istimewa ini (naon sih cha!).

Jadi ingat ucapan si partner in crime "Biasanya ya kalo lg galau teh suka produktif nulis, tapi giliran hati lg seneng..boro2 pengen nulis, ide aja nggak punya" hehehe...saya tau, soalnya saya juga begitu. Saya nggak mau begitu lagi, menganak-tirikan hobi saya, kesukaan, kesenangan saya, saya mau terus menyukainya, mencintainya :) karena saya menyadari, saya nggak punya bakat tapi beberapa orang meyakinkan bahwa saya bisa menulis (bisa menulis-punya bakat menulis ? nggak tau apa bedanya hehe). Jadi, ketika saya memposting sebuah tulisan-curhat atau bukan, dinikmati ya...jangan melulu bertanya, boleh bertanya tapi dengan pertanyaan yg bisa saya jawab.